Langsung ke konten utama

Postingan

Semudah itu

Aku merasa ada yang aneh. Apa aku harus jadi seperti Riani? Saat Zafran tahu bagaimana perasaanya? Ketika tatapan itu bertemu, aku harus berpaling lantas berfikir sejenak lalu menoleh lagi sambil tersenyum? Aku tak pandai tersenyum. Aku adalah manusia yang ketika tatapan itu bertemu aku berpaling, dan tak menoleh lagi. Aku berfikir, tapi tentang senyuman dan raut wajahnya. Kawanku berkata, "jangan sering mikirin doi, nanti bosen loh". Aku berkata ia menyenangkan, itu berarti ada 2 kemungkinan. Dia yang memang seperti itu, atau aku yang tak mudah bosan. Telaah dulu, sebelum berpendapat. Karna memang tergantung faktor internal dan eksternal. Ketika mengingat ia, entah mengapa aku merasa cinta ini tumbuh. Aku juga tak tahu pasti, tapi kupikir memang seperti itu. Dengan aku berfikir, secara tidak langsung aku membangun karakternya di dekatku, di sampingku. Semudah itu membuat kamu ada di sisi ku.... 20102016/22.44 WIB

Sendiri

Aku butuh waktu dengan diriku. Aku butuh jeda agar aku bisa berunding empat mata dengan jiwaku. Mengenai aku yang sudah terlampau jauh berubah. Mengenai kecewaku yang membuat aku kecewa kenapa aku harus kecewa dengan hal semacam itu. Aku butuh waktu. Dan akhir - akhir ini waktuku tersita olehmu. Waktuku banyak digunakan untuk memikirkan kamu. Untuk itu, bolehkah kulupakan kamu? Aku hanya perlu waktu. Lagipula, memang apa bedanya aku yang memikirkanmu dengan aku yang tidak mengingatmu? Kamu bahkan tak bisa menjadi milikku. Sekarang. Tapi ingatlah, akan ada hari dimana aku mengingatmu lagi. Esok atau mungkin lusa. Malam ini aku berkata seperti ini. Besok malam mungkin juga akan tetap seperti itu kalimatnya. Mungkin. Begitu seterusnya. Sampai aku selesai merajut lagi mimpiku. Termasuk mimpi untuk bersanding denganmu, akan kujahit lagi. Kainnya sudah robek, harus ditambal dan dibenahi. Salam, Ra. Yang akan merindukanmu.

Benakku

Hanya aku yang merasa atau bagaimana? Kalau benar ia menatap, lantas apa yang ia tatap? Memang makhluk semacam ini pantas bersanding dengannya? Aku senang kalau ia suka, tapi apa itu mungkin? Memang apa ada yang menarik dariku? *** Kamu itu nyaris sempurna. Okelah, memang tak ada manusia yang sempurna. Tapi kau tahu? Mendengar Bismillah darimu saja aku ciut. Aku bisa apa?

Septembre

Aku memulai bulanku dengan sisa - sisa agustus. Satu bahagiaku tertinggal disana. Dia, lelaki yang aku suka, di hari selasa duduk disebelahku. Aku memang ingin bersanding dengannya. Tapi tidak sekarang, nanti saja kalau sudah halal. Di suatu sore, aku menemukan tatapan mata itu lagi. Sorot mata yang tak kumengerti. Ah, aku ingin lupa hal itu sebenarnya. Ingin memulai bulan baru dengan harapan baru. Dua tahun aku mencintai seperti itu, aku bosan. Harusnya bulan ini aku sudah move on. Tapi kadang memang malas beranjak dari kenyamanan. Ya, aku nyaman ada di samping bayangannya. Aku nyaman dengan tatapan semunya. Aku nyaman bersandar di bahu kenangannya. Aku juga nyaman dengan khayalan masa depan dengannya. Anggap aku gila. Tapi ini cinta ma men! Sebenarnya memang tak baik seperti ini terus menerus. Aku bahkan takut dibuat gila oleh cinta. Pernah dengar kisah Laila majnun? Aku tak mau berakhir seperti Laila. Semoga aku rasional dan sadar. Aku akan memulai september baruku. Apapun ya...

Jomlo cie!

Wahai kesatria bergitar yang katanya kemarin taken , Doaku ternyata nggak mempan. Ada hari di masa lalu aku berucap, "Longlast kak! Cewek baik kayak dia emang cocok buat kakak" Setelah lulus do'i masuk jurusan pertanian (katanya), itu kabar terakhir yang aku tahu. Tapi baru - baru ini, si cewek sering apdet setatus kalo dia udah jadi jomlo bahagia. Kalian pasti ngerti kan maksudnya apa? Jeng jeng jeng! Abang kesayangan gue sekarang Jomlo! Congrats kak! :D *senyumlebar* *bahagiabanget*

Dieng (mendadak) Piknik

Dan ini bener - bener dadakan. "Ke Dieng yok?!" "Ayok" Sampai Dieng kemudian....