Langsung ke konten utama

Sendiri

Aku butuh waktu dengan diriku. Aku butuh jeda agar aku bisa berunding empat mata dengan jiwaku. Mengenai aku yang sudah terlampau jauh berubah. Mengenai kecewaku yang membuat aku kecewa kenapa aku harus kecewa dengan hal semacam itu.
Aku butuh waktu. Dan akhir - akhir ini waktuku tersita olehmu. Waktuku banyak digunakan untuk memikirkan kamu. Untuk itu, bolehkah kulupakan kamu? Aku hanya perlu waktu. Lagipula, memang apa bedanya aku yang memikirkanmu dengan aku yang tidak mengingatmu? Kamu bahkan tak bisa menjadi milikku. Sekarang.
Tapi ingatlah, akan ada hari dimana aku mengingatmu lagi. Esok atau mungkin lusa. Malam ini aku berkata seperti ini. Besok malam mungkin juga akan tetap seperti itu kalimatnya. Mungkin. Begitu seterusnya. Sampai aku selesai merajut lagi mimpiku.
Termasuk mimpi untuk bersanding denganmu, akan kujahit lagi. Kainnya sudah robek, harus ditambal dan dibenahi.
Salam,
Ra.
Yang akan merindukanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Janji Kader | Lirik Muhammadiyah

Janji Kader ( Cipt. M. Izzul Muslimin) Dikala akhir taruna melati ada tanya yang menyentuh dalam hati sudah siapkah aku kini menjadi kader yang sejati telah banyak yang aku dapatkan tentang arti hidup dan perjuangan fisabilillah ditegakkan lewat kata, perilaku dan perbuatan kumohon, Kuatkan ya Allah agar dapat ku jalankan amanah umat dan ikatan demi agama islam kini tiba saat diwujudkan apa yang telah diberikan semoga allah meridhoi niat tulus ini telah banyak yang aku dapatkan tentang arti hidup dan perjuangan fisabilillah ditegakkan lewat kata, perilaku dan perbuatan kumohon, kekuatan ya Allah agar dapat ku jalankan amanah umat dan ikatan demi agama islam kini tiba saat diwujudkan apa yang telah diberikan semoga allah meridhoi niat tulus ini

bersama Kesendirian

Pada akhirnya dan kenyataannya, Manusia harus mampu bertahan di antara kesendirian Melawan kesendirian itu sendiri Bukan menunggu ada yang menemani Kawan, yang disampingmu itu kadang harus pergi, Dalam dekat atau jauh, Dalam lama atau sebentar, Dalam siapa yang akan pamit terlebih dahulu. Ketahuilah kamu hidup bersama kesendirian yang menemani Kadang sendiri melemahkanmu, Merenggut separuh kekuatan untuk bangkit, Menghapus kebahagiaan, Lalu menyayat luka baru untuk dikasihani. Kesendirian itu selalu bersamamu, Sekalipun ada ia di sampingmu Sendiri bukan berarti sepi. Karena sepi tak selalu tertarik pada yang single, Kadang ia hadir pada mereka yang sudah menjalin hubungan, Menjadi orang ketiga lalu mengacaukan segalanya. Belajarlah dari kesendirian, Ketika sendiri kau lemah? Bentuk kamu menjadi kekuatan yang menopang! Yang tak akan pernah membiarkan sendiri mengusik kebersamaanmu dengan kekuatan. Bangkit, Menari, Atau lak...

terima kasih,

Terima kasih, bang.  Kuucap itu seolah benar-benar menghadapimu. Tentu tak sepenuhnya karenamu,  Mungkin hanya sebagian kecil.  Tapi, sungguh, sedikit banyak semuanya terjadi karena aku terinspirasi olehmu.  Ketika sore kemarin berlalu, Itu berarti ada satu langkahku menuju kamu. Kau tau? Alasan untuk apa-apa yang kulakukan sedikit banyak adalah kamu. Terima kasih, bang.  Aku seolah mendengar kalimat 'sama-sama' dari mulutmu. 20 Juli 2020