Langsung ke konten utama

Tulisan Sederhana sewaktu Sumpah Pemuda

Sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 di Jakarta merupakan sepenggal kisah dari runtutan peristiwa yang menjadikan pemuda sebagai tokoh utamanya. 

Sebelum itu, terdapat peristiwa-peristiwa yang akhirnya melahirkan gagasan terkait bahasa persatuan. Kemudian gagasan tersebut secara resmi baru ditegaskan melalui Kongres Pemuda II. 

Melalui Kongres tersebut, lahirlah tiga ikrar penting:

Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Pada saat itu organisasi pemuda masih bersifat kedaerahan. Masing-masing daerah membentuk gerakan lokal dengan ciri khasnya sendiri. Setelah peristiwa Kongres Pemuda II tersebut, barulah organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan tersebut melebur menjadi satu. Maka pada tanggal 31 Desember 1930, lahirlah Perkoempoelan Indonesia Moeda. 

Di tahun tersebut, mengemukakan gagasan untuk merdeka berarti mendekatkan diri pada bahaya. Pemuda harus sembunyi-sembunyi ketika ingin melakukan rapat, pergerakan mereka harus sistematis dan rahasia. Pada saat penutupan kongres, lagu Indonesia Raya belum bisa dinyanyikan dengan lirik yang biasa kita dengar saat ini. Pemuda kala itu mengubah lirik 'Indonesia Raya merdeka merdeka' menjadi 'Indonesia Raya mulia-mulia'

Runtutan peristiwa Sumpah Pemuda menjadi bukti nyata bahwa pemuda mampu berdaya, tidak hanya sekadar muda dan berbahaya. 

Kalau menurut penggalan lirik lagu dari .Feast, 'Suatu saat nanti kita memimpin diri sendiri', maka sebetulnya tidak menunggu nanti, tetapi saat ini.


Selamat! Merdeka! Mulia! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Janji Kader | Lirik Muhammadiyah

Janji Kader ( Cipt. M. Izzul Muslimin) Dikala akhir taruna melati ada tanya yang menyentuh dalam hati sudah siapkah aku kini menjadi kader yang sejati telah banyak yang aku dapatkan tentang arti hidup dan perjuangan fisabilillah ditegakkan lewat kata, perilaku dan perbuatan kumohon, Kuatkan ya Allah agar dapat ku jalankan amanah umat dan ikatan demi agama islam kini tiba saat diwujudkan apa yang telah diberikan semoga allah meridhoi niat tulus ini telah banyak yang aku dapatkan tentang arti hidup dan perjuangan fisabilillah ditegakkan lewat kata, perilaku dan perbuatan kumohon, kekuatan ya Allah agar dapat ku jalankan amanah umat dan ikatan demi agama islam kini tiba saat diwujudkan apa yang telah diberikan semoga allah meridhoi niat tulus ini

bersama Kesendirian

Pada akhirnya dan kenyataannya, Manusia harus mampu bertahan di antara kesendirian Melawan kesendirian itu sendiri Bukan menunggu ada yang menemani Kawan, yang disampingmu itu kadang harus pergi, Dalam dekat atau jauh, Dalam lama atau sebentar, Dalam siapa yang akan pamit terlebih dahulu. Ketahuilah kamu hidup bersama kesendirian yang menemani Kadang sendiri melemahkanmu, Merenggut separuh kekuatan untuk bangkit, Menghapus kebahagiaan, Lalu menyayat luka baru untuk dikasihani. Kesendirian itu selalu bersamamu, Sekalipun ada ia di sampingmu Sendiri bukan berarti sepi. Karena sepi tak selalu tertarik pada yang single, Kadang ia hadir pada mereka yang sudah menjalin hubungan, Menjadi orang ketiga lalu mengacaukan segalanya. Belajarlah dari kesendirian, Ketika sendiri kau lemah? Bentuk kamu menjadi kekuatan yang menopang! Yang tak akan pernah membiarkan sendiri mengusik kebersamaanmu dengan kekuatan. Bangkit, Menari, Atau lak...

terima kasih,

Terima kasih, bang.  Kuucap itu seolah benar-benar menghadapimu. Tentu tak sepenuhnya karenamu,  Mungkin hanya sebagian kecil.  Tapi, sungguh, sedikit banyak semuanya terjadi karena aku terinspirasi olehmu.  Ketika sore kemarin berlalu, Itu berarti ada satu langkahku menuju kamu. Kau tau? Alasan untuk apa-apa yang kulakukan sedikit banyak adalah kamu. Terima kasih, bang.  Aku seolah mendengar kalimat 'sama-sama' dari mulutmu. 20 Juli 2020