Langsung ke konten utama

bersama Kesendirian



Pada akhirnya dan kenyataannya,
Manusia harus mampu bertahan di antara kesendirian
Melawan kesendirian itu sendiri
Bukan menunggu ada yang menemani

Kawan, yang disampingmu itu kadang harus pergi,
Dalam dekat atau jauh,
Dalam lama atau sebentar,
Dalam siapa yang akan pamit terlebih dahulu.

Ketahuilah kamu hidup bersama kesendirian yang menemani
Kadang sendiri melemahkanmu,
Merenggut separuh kekuatan untuk bangkit,
Menghapus kebahagiaan,
Lalu menyayat luka baru untuk dikasihani.

Kesendirian itu selalu bersamamu,
Sekalipun ada ia di sampingmu
Sendiri bukan berarti sepi.
Karena sepi tak selalu tertarik pada yang single,
Kadang ia hadir pada mereka yang sudah menjalin hubungan,
Menjadi orang ketiga lalu mengacaukan segalanya.

Belajarlah dari kesendirian,
Ketika sendiri kau lemah?
Bentuk kamu menjadi kekuatan yang menopang!
Yang tak akan pernah membiarkan sendiri mengusik kebersamaanmu dengan kekuatan.
Bangkit,
Menari,
Atau lakukan apa saja.
Sendiri itu selalu bersamamu,
Saat sepi ataupun ramai

Kekuatan itu sesekali meninggalkanmu,
Ajak ia kembali,
Sertai ia yang melemah dan nyaris mati
Ajak ia bahwa selalu ada alasan untuk bersama sekalipun sepi dan sendu.
Beritahu ia bahwa sendiri itu berat,
Ajak ia untuk menemani,
Bangkit bersamamu.
Katakan padanya bahwa kamu rindu,
Rindu akan kekuatan.....


ditulis dengan pikiran
ngaco,
tanpa editing,
bahkan belum pernah
dibaca ulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

terima kasih,

Terima kasih, bang.  Kuucap itu seolah benar-benar menghadapimu. Tentu tak sepenuhnya karenamu,  Mungkin hanya sebagian kecil.  Tapi, sungguh, sedikit banyak semuanya terjadi karena aku terinspirasi olehmu.  Ketika sore kemarin berlalu, Itu berarti ada satu langkahku menuju kamu. Kau tau? Alasan untuk apa-apa yang kulakukan sedikit banyak adalah kamu. Terima kasih, bang.  Aku seolah mendengar kalimat 'sama-sama' dari mulutmu. 20 Juli 2020