Langsung ke konten utama

menemukan

Satu bulan lalu, referensi lagu yang ku dengarkan, mendadak berubah. Lagu-lagu yang membuatku berkata, "mengapa baru sekarang?"

Itu lagu-lagu Hindia dan .feast, tetapi lebih tepat disebut sebagai karya dari Baskara Putra.
Ketika mendengar lagu Hindia, aku seolah sedang dibela. Seperti ada seseorang yang siap berdiri di sampingmu dan terus menyemangati. 
Melalui lagu-lagu .feast, aku seolah dibawa menuju perjalanan panjang. Menemukan, belajar, kemudian mengerti dan peduli.
Keduanya sama-sama memberi pengalaman yang berbeda. Akan berbeda rasanya saat pertama kali mendengarkan, kemudian kedua kali ketika tahu apa latar belakang lagu tersebut, dan ketiga kali ketika mengerti bahwa lagu tersebut sangat luas pemaknaannya. Tingkatan yang ada memberi pengalaman mendengarkan yang beda pula efeknya.
Bersama .feast, seolah kita sedang diberi suatu topik, kemudian kita bertugas mengulik lebih dalam.

Bersama Baskara, aku merasa harus belajar lagi tentang banyak hal di dunia ini. Politik, sosial, kemanusiaan, bahkan topik yang sejak dulu dihindari.

Randu, 12 Oktober 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bersama Kesendirian

Pada akhirnya dan kenyataannya, Manusia harus mampu bertahan di antara kesendirian Melawan kesendirian itu sendiri Bukan menunggu ada yang menemani Kawan, yang disampingmu itu kadang harus pergi, Dalam dekat atau jauh, Dalam lama atau sebentar, Dalam siapa yang akan pamit terlebih dahulu. Ketahuilah kamu hidup bersama kesendirian yang menemani Kadang sendiri melemahkanmu, Merenggut separuh kekuatan untuk bangkit, Menghapus kebahagiaan, Lalu menyayat luka baru untuk dikasihani. Kesendirian itu selalu bersamamu, Sekalipun ada ia di sampingmu Sendiri bukan berarti sepi. Karena sepi tak selalu tertarik pada yang single, Kadang ia hadir pada mereka yang sudah menjalin hubungan, Menjadi orang ketiga lalu mengacaukan segalanya. Belajarlah dari kesendirian, Ketika sendiri kau lemah? Bentuk kamu menjadi kekuatan yang menopang! Yang tak akan pernah membiarkan sendiri mengusik kebersamaanmu dengan kekuatan. Bangkit, Menari, Atau lak...

terima kasih,

Terima kasih, bang.  Kuucap itu seolah benar-benar menghadapimu. Tentu tak sepenuhnya karenamu,  Mungkin hanya sebagian kecil.  Tapi, sungguh, sedikit banyak semuanya terjadi karena aku terinspirasi olehmu.  Ketika sore kemarin berlalu, Itu berarti ada satu langkahku menuju kamu. Kau tau? Alasan untuk apa-apa yang kulakukan sedikit banyak adalah kamu. Terima kasih, bang.  Aku seolah mendengar kalimat 'sama-sama' dari mulutmu. 20 Juli 2020