Di sudut kota, nyaris di ujungnya
Ada gadis yang terluka
Patah hati, jiwanya yang terluka
Lelakinya memutuskan pergi,
Menyudahi cerita panjang dua tahun silam.
Tatapan matanya sendu,
Meski candaan dari kawan masih jadi kelakar,
Matanya tak bisa bersinar lagi,
Sewaktu mendengar kidung patah hati
Hatinya terenggut,
Padam.
Ia tak lagi seperti dulu,
Karena malam yang dingin,
Yang tersisa hanya daftar panggilan masuk,
Yang seminggu terakhir,
Resmi menjadi masa lalu
Aku biasa minum jus alpukat. Kadang juga baca buku.
Komentar
Posting Komentar