Langsung ke konten utama

7 Days Writing Challenge - Day 3



Ini harusnya udah hari keempat, tapi aku baru nyampe di hari ketiga. ya Sudahlah.

Kalau ditanya, "Seberapa besar kamu pernah merasa kehilangan sesuatu ataupun seseorang?"
Aku bingung harus menjawab apa.
Manusia pasti pernah merasakan kehilangan. Entah karena ditinggal oleh orang tersayang, hewan kesayangan yang mati, kehilangan dompet, tas dan lain sebagainya, sampai kehilangan kontak dari sang gebetan. Manusia punya kadar sedihnya masing - masing.

Itu pasti jadi kenangan tersendiri dan pengalaman pahit yang mungkin akan merubah hidup kita selanjutnya. Dan tentunya aku berhak untuk nggak cerita tentang apa yang bikin aku sedih, karena kehilangan sesuatu yang berharga. So, aku nggak akan ngomong banyak kali ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melempar; terlempar

Siang yang diselingi angin sepoi-sepoi. Berjalan menyusuri jalan setapak, kemudian menaiki anak tangga. Aku sampai di atas, bersamaan pula dengan kamu yang keluar ruang laboratorium. Masih dengan kacamata minus dan jaket parka seperti biasanya. Itu pertama. Kedua kali di hari yang sama. Saat itu aku sedang duduk santai di ruang lab, bercanda dengan kawan. Kamu, memasuki ruangan, menjemput ransel di kursi belakang. Kemudian, ketiga kali. Aku hendak keluar lab, menyusuri lorong, ternyata kamu di sana. Berubah posisi dari jongkok menjadi berdiri. "Permisi, Mas," ucapku. Di lain hari, aku berjumpa denganmu yang memakai setelah rapi. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasinya. Sewaktu aku lewat, kamu merubah posisi dari jongkok jadi berdiri. "Permisi, Mas." Selalu itu ucapku. "Permisi," ucap seseorang yang melewatiku. Aku tersadar. Memandang lagi lurus ke depan. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasi (kali ini dasi k...

Putus

Lupa. Sudah sampai mana cerita Jogja-jogja kita? Apakah tentang pertemuan di mini market dekat stasiun? Atau sudah sampai pada obrolan makan siang di trotoar malioboro? Atau malah sampai pada senja ketiga ketika aku memutuskan meninggalkanmu? Kamu jahat! Kau tahu itu. Kenapa kamu pergi? Aku takut melukaimu, Sebab, katamu aku jahat. Bodoh! Apalagi itu! Kau memang mengenalku dengan baik. Keras kepala! Sepertinya itu juga. Aku mau putus, ucapmu. Baiklah. Kau yang memutuskanku.  Kamu jahat! Aku tahu,  Kau sudah mengatakan itu tadi.