Langsung ke konten utama

7 Days Writing Challenge – Day 1


Tantangan Hari ke - 1 :

Hello! it's me!
Perkenalkan namaku Rahayu Suciati, biasa dipanggil 'Ra' atau 'Ray'. Aku ini si bungsu dari 3 bersaudara; Kurnia dan Rini. Terlahir sebagai bayi perempuan pada tanggal 10 Juli 1999. Sayangnya, di akta lahir tertulis '11 Juli 1999', beda satu hari. Aku berasal dari keluarga yang luar biasa, beralamatkan di Kabupaten Batang, Jawa tengah. Punya seorang Ayah yang hebat, juga Ibu yang luar biasa.

Di tahun ke - 18 aku hidup di dunia ini, KTP-ku belum juga jadi. Status sebagai mahasiswa pun belum pantas disandang karena memang belum diterima. Sekarang ini (13 Juni2017, pukul 11.23 WIB), masih deg - degan menunggu pengumuman SBMPTN. Doakan yahh semoga lolos.

Gadis yang sekarang masih pengangguran ini, di rumah hobinya cuma dengerin radio sambil nyetrika atau bersih - bersih rumah. Kalau lagi mager dari kasur, kadang suka baca manga atau story di wattpad. Pecinta musik yang nggak bisa nyanyi bisanya cuma dengerin. Favoritku adalah Sheila On 7. Band yang bahkan udah ada sebelum aku lahir ini, entah kenapa aku suka. Tiba - tiba suka gitu aja.

Sebagai seorang bergolongan darah A, aku ini termasuk introvert (Eh tapi nggak juga si). Aku memang pendiam, tapi cuma sama orang yang belum aku kenal. Tapi jangan tanya kalau ngobrol sama yang udah sohib, langsung nggak bisa berhenti ngomong.

Cukup sampai di sini aja kenalannya. Kalau mau lebih silahkan bisa komentar di bawah, atau kirim email ke aku rahayusuciati52@gmail.com.
See you!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bersama Kesendirian

Pada akhirnya dan kenyataannya, Manusia harus mampu bertahan di antara kesendirian Melawan kesendirian itu sendiri Bukan menunggu ada yang menemani Kawan, yang disampingmu itu kadang harus pergi, Dalam dekat atau jauh, Dalam lama atau sebentar, Dalam siapa yang akan pamit terlebih dahulu. Ketahuilah kamu hidup bersama kesendirian yang menemani Kadang sendiri melemahkanmu, Merenggut separuh kekuatan untuk bangkit, Menghapus kebahagiaan, Lalu menyayat luka baru untuk dikasihani. Kesendirian itu selalu bersamamu, Sekalipun ada ia di sampingmu Sendiri bukan berarti sepi. Karena sepi tak selalu tertarik pada yang single, Kadang ia hadir pada mereka yang sudah menjalin hubungan, Menjadi orang ketiga lalu mengacaukan segalanya. Belajarlah dari kesendirian, Ketika sendiri kau lemah? Bentuk kamu menjadi kekuatan yang menopang! Yang tak akan pernah membiarkan sendiri mengusik kebersamaanmu dengan kekuatan. Bangkit, Menari, Atau lak...

terima kasih,

Terima kasih, bang.  Kuucap itu seolah benar-benar menghadapimu. Tentu tak sepenuhnya karenamu,  Mungkin hanya sebagian kecil.  Tapi, sungguh, sedikit banyak semuanya terjadi karena aku terinspirasi olehmu.  Ketika sore kemarin berlalu, Itu berarti ada satu langkahku menuju kamu. Kau tau? Alasan untuk apa-apa yang kulakukan sedikit banyak adalah kamu. Terima kasih, bang.  Aku seolah mendengar kalimat 'sama-sama' dari mulutmu. 20 Juli 2020