Langsung ke konten utama

Berburu sepatu!!!

Tumben tumbenan sepupuku ngajakin hangout. Ceilah hangout katanyaa
Jadilah tanggal 2 Juni kemarin kita ngedate. Uhuhuhu
Lama nggak ketemu gara - gara dia tinggal di asrama sekolah. Giliran ketemu tiba - tiba ngajak pergi.
"Tes udah selesai?".
"Udah".
"Besok beli sepatu yuk".
"Ayok".
Jadilah besoknya kita beli sepatu.

Katanya cewek itu kalo belanja ribet. Tapi menurut pengalaman pertama kali belanja sama cowok, argumen itu langsung patah.

"Pilih sepatu yang mana?".
"Terserah, semuanya bagus kok".
"Emang pengennya yang mana si?".
"Pengen semua".
Ah elah. Semua cowok kayak gitu nggak si? Nggak ribet, tapi malah bingungin. Serius deh!
Setelah melalui tahap seleksi yang cukup ribet, ketemulah satu sepatu vans off the wall. Warna item combine abu - abu.
Aku juga tergoda!!!
Coba masuk lagi ke toko lain. Daaaan
........
"Ini ni sepatu yang aku pengen," said Adi.
"Lahh?".
*pasangmukabete*
Hari itu berakhir bahagia. Sepatu vans off the wall jadi milikku dan dia beli sepatu lagi merk dans.
Its okay,,, Vans vs Dans. Mari kita adu!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melempar; terlempar

Siang yang diselingi angin sepoi-sepoi. Berjalan menyusuri jalan setapak, kemudian menaiki anak tangga. Aku sampai di atas, bersamaan pula dengan kamu yang keluar ruang laboratorium. Masih dengan kacamata minus dan jaket parka seperti biasanya. Itu pertama. Kedua kali di hari yang sama. Saat itu aku sedang duduk santai di ruang lab, bercanda dengan kawan. Kamu, memasuki ruangan, menjemput ransel di kursi belakang. Kemudian, ketiga kali. Aku hendak keluar lab, menyusuri lorong, ternyata kamu di sana. Berubah posisi dari jongkok menjadi berdiri. "Permisi, Mas," ucapku. Di lain hari, aku berjumpa denganmu yang memakai setelah rapi. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasinya. Sewaktu aku lewat, kamu merubah posisi dari jongkok jadi berdiri. "Permisi, Mas." Selalu itu ucapku. "Permisi," ucap seseorang yang melewatiku. Aku tersadar. Memandang lagi lurus ke depan. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasi (kali ini dasi k...

Putus

Lupa. Sudah sampai mana cerita Jogja-jogja kita? Apakah tentang pertemuan di mini market dekat stasiun? Atau sudah sampai pada obrolan makan siang di trotoar malioboro? Atau malah sampai pada senja ketiga ketika aku memutuskan meninggalkanmu? Kamu jahat! Kau tahu itu. Kenapa kamu pergi? Aku takut melukaimu, Sebab, katamu aku jahat. Bodoh! Apalagi itu! Kau memang mengenalku dengan baik. Keras kepala! Sepertinya itu juga. Aku mau putus, ucapmu. Baiklah. Kau yang memutuskanku.  Kamu jahat! Aku tahu,  Kau sudah mengatakan itu tadi.