Langsung ke konten utama

Simple plan - Perfect

Playlist malam ini adalah Perfect dari Simple Plan. Waktu denger lagu ini untuk pertama kalinya, jatuh cinta sama kalimat yang, "i'm sorry i can't be perfect". Karena emang bahasa inggrisku nggak jago jago banget, aku coba cari liriknya deh. Dan yang aku temuin emang lagu yang keren banget. Keyennn!!. Check this were out!!! Selamat menyanyi...

Sengaja aku kasih translate dibawahnya. Biar kalian bisa menghayati gimana kerennya lagu ini.

Hey, Dad, look at me
(Ayah, lihat aku)

Think back, and talk to me
(Berfikirlah kebelakang, dan bicara padaku)

Did I grow up according to plan?
(Apakah aku tumbuh sesuai dengan rencanamu?)

And do you think I’m wasting my time
(Dan apakah ayah pikir aku menyia-nyiakan waktuku)

Doing things I want to do?
(Dengan melakukan apa yang aku ingin lakukan?)

But it hurts when you disapproved all along
(Tetapi ini menyakitkan ketika ayah tidak menyetujui semuanya)

And now I try hard to make it
(Dan sekarang aku berusaha keras untuk melakukannya)

I just want to make you proud
(Aku hanya ingin ayah bangga)

I’m never gonna be good enough for
(Aku tidak pernah cukup baik untukmu)

You can’t pretend that I’m alright
(Ayah tidak perlu berpura-pura kalau aku benar)

And you can’t change me
(Dan ayah tidak dapat merubahku)

‘Cause we lost it all
(Karena kita telah kehilangan
semuanya)

Nothin’ lasts forever
(Tak ada yang tertinggal selamanya)

I’m sorry I can’t be perfect
(Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi sempurna)

Now it’s just too late
(Sekarang sudah terambat)

And we can’t go back
(Dan kita tidak dapat kembali lagi)

I’m sorry I can’t be perfect
(Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi sempurna)

I try not to think
(Aku mencoba untuk tidak
memikirkannya)

About the pain I feel inside
(Tentang kesakitan yang aku rasakan)

Did you know you used to be my hero?
(tidakkah ayah tahu, ayah seharusnya seorang pahlawan bagiku)

All the days you spent with me
(Setiap hari yang kau habiskan
denganku)

Now seem so far away
(Sekarang terlihat sangat jauh)

And it feels like you don’t care any more
(Dan ini terasa ayah sudah tidak peduli lagi)

And now I try hard to make it
(Dan sekarang aku berusaha dengan keras untuk melakukannya)

I just want to make you proud
(Aku hanya ingin membuatmu bangga)

I’m never gonna be good enough for you
(Aku tidak pernah cukup baik untukmu)

I can’t stand another fight
(Aku tak tahan dengan cobaan lain)

And nothing’s all right
(dan tak ada hal yang baik)

‘Cause we lost it all
(Karena kita telah kehilangan
semuanya)

And nothin’ lasts forever
(Tak ada yang tertinggal selamnya)

I’m sorry I can’t be perfect
(Maafkan aku, aku tidak dapat menjadi sempurna)

Now it’s just too late
(Sekarang sudah terlambat)

And we can’t go back
(Dan kita tidak dapt kembali lagi)

I’m sorry I can’t be perfect
(Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi sempurna)

Nothing’s gonna change the things that you said
(Tak ada yang akan berubah seperti apa yang ayah katakan)

And nothing’s gonna make this right again
(Dan tidak akan menjadi baik kembali)

Please don’t turn your back
(Tolong jangan berpaling)

I can’t believe it’s hard just to talk to you
(Aku tidak percaya, sangat berat hanya untuk berbicara denganmu)

But you don’t understand
(Tetapi ayah tidak mengerti)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melempar; terlempar

Siang yang diselingi angin sepoi-sepoi. Berjalan menyusuri jalan setapak, kemudian menaiki anak tangga. Aku sampai di atas, bersamaan pula dengan kamu yang keluar ruang laboratorium. Masih dengan kacamata minus dan jaket parka seperti biasanya. Itu pertama. Kedua kali di hari yang sama. Saat itu aku sedang duduk santai di ruang lab, bercanda dengan kawan. Kamu, memasuki ruangan, menjemput ransel di kursi belakang. Kemudian, ketiga kali. Aku hendak keluar lab, menyusuri lorong, ternyata kamu di sana. Berubah posisi dari jongkok menjadi berdiri. "Permisi, Mas," ucapku. Di lain hari, aku berjumpa denganmu yang memakai setelah rapi. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasinya. Sewaktu aku lewat, kamu merubah posisi dari jongkok jadi berdiri. "Permisi, Mas." Selalu itu ucapku. "Permisi," ucap seseorang yang melewatiku. Aku tersadar. Memandang lagi lurus ke depan. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasi (kali ini dasi k...

Putus

Lupa. Sudah sampai mana cerita Jogja-jogja kita? Apakah tentang pertemuan di mini market dekat stasiun? Atau sudah sampai pada obrolan makan siang di trotoar malioboro? Atau malah sampai pada senja ketiga ketika aku memutuskan meninggalkanmu? Kamu jahat! Kau tahu itu. Kenapa kamu pergi? Aku takut melukaimu, Sebab, katamu aku jahat. Bodoh! Apalagi itu! Kau memang mengenalku dengan baik. Keras kepala! Sepertinya itu juga. Aku mau putus, ucapmu. Baiklah. Kau yang memutuskanku.  Kamu jahat! Aku tahu,  Kau sudah mengatakan itu tadi.