Langsung ke konten utama

Masa Muda

Akhir akhir ini aku sering bingung mau posting apa, mager juga makir.
Daripada makir(males mikir), kita dengerin lagu dulu yook.
Kali ini ada playlist dari band Three Years Waiting, Masa Muda. Check this were out..

Banyak waktu yang sudah terbuang sia sia
Untuk hal tak berguna
Tak bisa dibiarkan
Tak boleh pertahankan
Kita harus bergerak
Buktikanlah sekarang

Hapus rasa pesimis yang hanya akan membunuhmu secara perlahan
Lepaskan beban
Yang selama ini
Menghambatmu
Dan bebaskan fikiran
Gunakan waktu dengan sebaik baiknya
Jangan biarkan kita sia siakan masa muda yang berharga

Kita harus bangkit
Jangan sampai menyesal di hari tua
Tunjukkan kreatifitas
Tunjukkan kalau kita
Tak bisa dihentikan
Hapus rasa pesimis yang hanya akan membunuhmu secara perlahan
Lepaskan beban
Yang selama ini
Menghambatmu
Dan bebaskan fikiran
Gunakan waktu dengan sebaik baiknya
Jangan biarkan kita sia siakan masa muda yang berharga
Dan bebaskan fikiran
Gunakan waktu dengan sebaik baiknya
Jangan biarkan kita sia siakan masa muda yang berharga
Dan bebaskan fikiran
Gunakan waktu dengan sebaik baiknya
Jangan biarkan kita sia siakan masa muda yang berharga

Buat yang mau dengerin lagunya, bisa klik link ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melempar; terlempar

Siang yang diselingi angin sepoi-sepoi. Berjalan menyusuri jalan setapak, kemudian menaiki anak tangga. Aku sampai di atas, bersamaan pula dengan kamu yang keluar ruang laboratorium. Masih dengan kacamata minus dan jaket parka seperti biasanya. Itu pertama. Kedua kali di hari yang sama. Saat itu aku sedang duduk santai di ruang lab, bercanda dengan kawan. Kamu, memasuki ruangan, menjemput ransel di kursi belakang. Kemudian, ketiga kali. Aku hendak keluar lab, menyusuri lorong, ternyata kamu di sana. Berubah posisi dari jongkok menjadi berdiri. "Permisi, Mas," ucapku. Di lain hari, aku berjumpa denganmu yang memakai setelah rapi. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasinya. Sewaktu aku lewat, kamu merubah posisi dari jongkok jadi berdiri. "Permisi, Mas." Selalu itu ucapku. "Permisi," ucap seseorang yang melewatiku. Aku tersadar. Memandang lagi lurus ke depan. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasi (kali ini dasi k...

Putus

Lupa. Sudah sampai mana cerita Jogja-jogja kita? Apakah tentang pertemuan di mini market dekat stasiun? Atau sudah sampai pada obrolan makan siang di trotoar malioboro? Atau malah sampai pada senja ketiga ketika aku memutuskan meninggalkanmu? Kamu jahat! Kau tahu itu. Kenapa kamu pergi? Aku takut melukaimu, Sebab, katamu aku jahat. Bodoh! Apalagi itu! Kau memang mengenalku dengan baik. Keras kepala! Sepertinya itu juga. Aku mau putus, ucapmu. Baiklah. Kau yang memutuskanku.  Kamu jahat! Aku tahu,  Kau sudah mengatakan itu tadi.