Langsung ke konten utama

Tips usir semut di toples gula

Taukah kalian bedanya aku sama semut? kita itu sama sama suka manis, buktinya blog ini aja namanya sweet tea.
yyyyyyooooohhhhhhhhhhh, abaikan kalimat barusan.
Kali ini, kita aka membahas............... tereret teret......, ada gula ada semut. Di mana ada gula, di situ ada semut. Toples gula yang udah ditutup aja bisa ada semut di dalamya, apalagi kalo yang gak ditutup.
Semut di toples gula ini ganggu banget. Kita jadi nggak bisa bikin sweet tea yang sweet banget. Jadi, usirlah semut itu jauh-jauh, daripada sweet tea kita ujung ujungnya jadi pedes.
Aku sempet searching di google, dan alhamdulillah nemu. Cara usir semut yaitu dengan meletakkan 3-4 butir cengkeh di toples gula tersebut. Oke, gampang lah ya, cuma cengkeh ini. Tapi nyatanya, di rumah pas nggak ada cengkeh. Alhasil, kita coba pakai daun cengkeh --satu jenis lah yaaaa. Haha, aku emang orangnya sok tau. Tapi nggak apa lah,,,,,,, kita lihat hasilnya nanti

Setelah beberapa waktu, si semut nakal tetep nggak pergi juga. Terus ini gimanaaaaa?. Saking frustasinya, aku sobek daun cengkeh, masukin lagi ke toples, abis itu aku tinggal pergi. Daaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnn, kalian tau gimana waktu aku dateng lagi? semutnya udah ilang gais. Ah keren emang.

Alhamdulillah sekarang nggak ada lagi semut di toples ijo ku.

NB : Dari hasil percobaan diatas, kita bisa ambil nilai moral yaitu, Tak ada rotan akarpun jadi. Oke kayaknya aku mulai gaje..... See you next post..........

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melempar; terlempar

Siang yang diselingi angin sepoi-sepoi. Berjalan menyusuri jalan setapak, kemudian menaiki anak tangga. Aku sampai di atas, bersamaan pula dengan kamu yang keluar ruang laboratorium. Masih dengan kacamata minus dan jaket parka seperti biasanya. Itu pertama. Kedua kali di hari yang sama. Saat itu aku sedang duduk santai di ruang lab, bercanda dengan kawan. Kamu, memasuki ruangan, menjemput ransel di kursi belakang. Kemudian, ketiga kali. Aku hendak keluar lab, menyusuri lorong, ternyata kamu di sana. Berubah posisi dari jongkok menjadi berdiri. "Permisi, Mas," ucapku. Di lain hari, aku berjumpa denganmu yang memakai setelah rapi. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasinya. Sewaktu aku lewat, kamu merubah posisi dari jongkok jadi berdiri. "Permisi, Mas." Selalu itu ucapku. "Permisi," ucap seseorang yang melewatiku. Aku tersadar. Memandang lagi lurus ke depan. Kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, lengkap dengan dasi (kali ini dasi k...

Putus

Lupa. Sudah sampai mana cerita Jogja-jogja kita? Apakah tentang pertemuan di mini market dekat stasiun? Atau sudah sampai pada obrolan makan siang di trotoar malioboro? Atau malah sampai pada senja ketiga ketika aku memutuskan meninggalkanmu? Kamu jahat! Kau tahu itu. Kenapa kamu pergi? Aku takut melukaimu, Sebab, katamu aku jahat. Bodoh! Apalagi itu! Kau memang mengenalku dengan baik. Keras kepala! Sepertinya itu juga. Aku mau putus, ucapmu. Baiklah. Kau yang memutuskanku.  Kamu jahat! Aku tahu,  Kau sudah mengatakan itu tadi.