Langsung ke konten utama

Sajak kerinduan

Kehilanganmu ternyata menggoreskan luka di hati.
Saat aku tak melihatmu berdiri disana lagi.
Aku rindu
Aku terlanjur mengukir nama itu.
Terpampang jelas.
Kau masih seperti yang dulu. Dengan penantian yang sama.
Takbirmu yang berat, selalu saja terlihat "mistis".
Kau yang sekarang, masih kukenal  kau yang enggan beranjak dari sujudmu.

Tapi waktu selalu jadi penghalang.
Suatu saat nanti, saat kata "hilang" itu benar nyata.
Aku akan merindukanmu.
Seorang ksatria bergitar dari XII IPA 4.
Yang selalu hadir dengan dua rakaat pembuka.
Jum'at jum'at berikutnya,
Aku selalu rindu senyum dibalik tetesan air wudhu itu.
Aku akan rindu jaket abu abu itu.
Gulungan celana yang kian hari kian jarang kutemui.

Aku akan rindu salam darimu di pagi enam belas juli itu,
InsyaAllah dari mulutmu,
Juga, ratusan kata yang tak kumengerti di senin itu.
Kau selalu misterius di belakang sana.
Dalam diam keimanan.

Dibalik takutmu, terselip kewibawaan.
Jaket itu,
Bukan kamu yang tak kumengerti,
Tapi kata yang tertulis didalamnya.
Juga bukan dia yang tak kumengerti,
Tapi dia yang tak aku ketahui.
Cukup jadikan aku pengagum mu
Dan jangan pernah lebih dari itu :')

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bersama Kesendirian

Pada akhirnya dan kenyataannya, Manusia harus mampu bertahan di antara kesendirian Melawan kesendirian itu sendiri Bukan menunggu ada yang menemani Kawan, yang disampingmu itu kadang harus pergi, Dalam dekat atau jauh, Dalam lama atau sebentar, Dalam siapa yang akan pamit terlebih dahulu. Ketahuilah kamu hidup bersama kesendirian yang menemani Kadang sendiri melemahkanmu, Merenggut separuh kekuatan untuk bangkit, Menghapus kebahagiaan, Lalu menyayat luka baru untuk dikasihani. Kesendirian itu selalu bersamamu, Sekalipun ada ia di sampingmu Sendiri bukan berarti sepi. Karena sepi tak selalu tertarik pada yang single, Kadang ia hadir pada mereka yang sudah menjalin hubungan, Menjadi orang ketiga lalu mengacaukan segalanya. Belajarlah dari kesendirian, Ketika sendiri kau lemah? Bentuk kamu menjadi kekuatan yang menopang! Yang tak akan pernah membiarkan sendiri mengusik kebersamaanmu dengan kekuatan. Bangkit, Menari, Atau lak...

terima kasih,

Terima kasih, bang.  Kuucap itu seolah benar-benar menghadapimu. Tentu tak sepenuhnya karenamu,  Mungkin hanya sebagian kecil.  Tapi, sungguh, sedikit banyak semuanya terjadi karena aku terinspirasi olehmu.  Ketika sore kemarin berlalu, Itu berarti ada satu langkahku menuju kamu. Kau tau? Alasan untuk apa-apa yang kulakukan sedikit banyak adalah kamu. Terima kasih, bang.  Aku seolah mendengar kalimat 'sama-sama' dari mulutmu. 20 Juli 2020