Langsung ke konten utama

Postingan

Lelaki

Apa yang kamu harap dari seorang laki-laki? ia bukan wanita sepertimu. Bisa mencumbu waktu bersama dinding kamar Ia adalah bintang, bagian dari langit, menyatu dengan awan Terang tanpa takut kehilangan sinar tinggi nyaris tak terjamah, dan dingin, bahkan setelah pengorbananya, jatuh menggelepar di jalanan, kadang tersangkut di ujung dedaunan, lalu kembali lenyap, bergabung dalam pasukan besar di lautan

#11

"Bucin, Bucin!" teriak seseorang Sudah macam maling rupanya, para pecinta yang takut alpa ia lupa, cinta bukan tentang raja dan kisah budaknya Ini cerita nyata, tentang fana yang membara.

Si Gadis Sendu

Di sudut kota, nyaris di ujungnya Ada gadis yang terluka Patah hati, jiwanya yang terluka Lelakinya memutuskan pergi, Menyudahi cerita panjang dua tahun silam. Tatapan matanya sendu, Meski candaan dari kawan masih jadi kelakar, Matanya tak bisa bersinar lagi, Sewaktu mendengar kidung patah hati Hatinya terenggut, Padam. Ia tak lagi seperti dulu, Karena malam yang dingin, Yang tersisa hanya daftar panggilan masuk, Yang seminggu terakhir, Resmi menjadi masa lalu

Tanyamu

Jangan ditanya, 'Apa kamu sayang aku?' Tak lain ia akan mengiyakan Jangan tanya, 'Apa kamu tidak kasihan?' Sejak enam bulan lalu ia mengingkari janjinya, Jangan harap ia masih peduli padamu. Solo, 10 Maret 2019

2018 dan Kenangan yang Mengikutinya

Awal dan akhir setiap orang pasti beda-beda. Semacam manusia yang diciptakan dengan timing yang gak mungkin sama. Ketika 2018 merupakan awal bagi sebagian orang di belahan bumi ini, aku justru masih berproses untuk mengakhiri. Tanggal 22 Januari aku masih mempersiapkan diri menuju Solo, dengan harapan yang baru. Ketika aku ragu hendak berangkat atau tidak, ibuku tak pernah memaksa, ia memberi pandangan kalau itu pilihanku sendiri. Dan aku memutuskan untuk tetap berangkat, meski libur kuliah masih amat panjang. Tepat ketika tanggal 3 Februari, kisah baru di mulai. Ini semacap sebuah awal, juga sebagai akhir dari masa lalu yang buruk. Aku tetap tak bisa menjamin masa depanku akan bagaimana nantinya, bahkan sampai sekarang aku tak pernah yakin. Tapi sejak semua itu, aku melangkah dengan banyak orang, dan semua terasa benar. Hingga pada akhirnya serangkaian acara itu disudahi, kembali ke kos dengan langkah baru dan nama baru. “IMMawati” begitu katanya. Nama mistis yang sejatinya ma...

Jangan berlalu begitu saja

Mengapa cepat sekali berlalu? Belum juga terasa, belum juga terlaksana. Jangan berlalu begitu cepat, Jangan berlalu begitu saja. Rindu sudah tiba, sesaat setelah ia berpamitan. Rindu sudah tiba, sepersekian detik bersamaan dengan kata selamat tinggalmu