Aku kehilangan kamu, Di pagi hari, Di antara semerbak nasi, Tawa kerupuk ikan di sudut kedai. Roman hari ini berkelakar, Menyesap air mata, Menghabiskan ego, Dari dirinya sendiri. Pelakunya pergi, Berkeliaran memungut kehidupan lain. Lalu menjualnya lagi, Demi lembaran kartal untuk main. Solo, 6 September 2019.
Ibarat magnet, kita adalah kutub yang sama. Menolak bertemu, Berjauhan tanpa sapa Minim interaksi, tanpa pengaruh apa-apa Berusaha berkata tak apa, Tapi tak pernah kau temukan, batang magnet dengan 2 kutub selatan Kecuali, kita memang kita bukan salah satunya atau keduanya. Kita bukan magnet, Kita bukan siapa-siapa, yang tak berhak bersatu.
Selamat datang kebahagiaan Mantra menuju keabadian P.S : Tak pernah ada narasi yang tepat untuk menggambarkan keabadian, terlebih dengan ilustrasi kembang Maka, biarkan ia bercerita, berdasar apa yang kalian suka
Jika tak bisa mencintai diri sendiri, mencintai lelaki bukan pelarian Sebagai wanita, lelaki bukan penyelesaian Ia juga manusia, dengan segala bimbang dan ragunya Ia juga masih kekanakan, yang kadang salah ambil langkah Yang kadang berengsek dengan egonya Tapi ia tak pernah lupa bahwa kamu ada, ia hanya sedang tak memposisikan dirinya sebagai semestamu